Main Article Content

Abstract

The purpose of this research is to discuss the hadith of the Prophet. about the prohibition of using alcohol. This research method is qualitative through the approach of takhrij and sharah hadith with chemical analysis. The results and discussion of this study are about the negative impact, prohibition of use and differences in alcohol and alcohol. The conclusion of takhrij and sharah hadith with chemical analysis is the prohibition of the use of alcohol in food and drugs in doses that can be intoxicating. This study recommends developing a cough medicine without alcohol through the chemical field.

Keywords

Chemistry Hadith Syarah Takhrij

Article Details

How to Cite
Reshandy, M. B. F., & Burso. (2021). Takhrij and Syarah Hadith of Chemistry: Use of Alcohol as a Solvent in Cough Medicine. Central Asian Journal of Medical and Natural Science, 2(4), 98-102. https://doi.org/10.47494/cajmns.v2i4.257

References

  1. 1. Ansharullah, M., & Utomo, B. S. (2019). Mengonsumsi Alkohol Dalam Hukum Islam. November 2016, 1–34.
  2. 2. Darmalaksana, W. (2020a). Formula Penelitian Pengalaman Kelas Menulis. Jurnal Kelas Menulis UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
  3. 3. Darmalaksana, W. (2020b). Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka dan Studi Lapangan. Pre-Print Digital Library UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
  4. 4. Darmalaksana, W. (2020c). Penelitian Metode Syarah Hadis Pendekatan Kontemporer: Sebuah Panduan Skripsi, Tesis, dan Disertasi. Diroyah: Jurnal Studi Ilmu Hadis, 5.
  5. 5. Darmalaksana, W. (2020d). Prosiding Proses Bisnis Validitas Hadis untuk Perancangan Aplikasi Metode Tahrij. Jurnal Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 1, 1–7.
  6. 6. Darmalaksana, W., Pahala, L., & Soetari, E. (2017). Kontroversi Hadis sebagai Sumber Hukum Islam. Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama Dan Sosial Budaya, 2(2), 245–258.
  7. 7. Gelar, M., & Strata, S. (2019). Kandungan alkohol dalam minuman studi komparatif fatwa majelis ulama indonesia dan fatwa majelis tarjih dan tajdid muhammadiyah.
  8. 8. Hani, U. (1981). PEMAKAIAN ALKOHOL PADA OBAT BATUK SIRUP BERDASARKAN 4 MAZHAB. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.
  9. 9. Kimia-Wikipedia bahasa indonesia, ensiklopedia bebas. (n.d.). https://chemistry.uii.ac.id/apa-itu-kimia-3/
  10. 10. Maghfiro, N. (n.d.). 10 Dampak negatif khamr. https://bincangsyariah.com/kalam/10-dampak-negatif-alkohol-dalam-pandangan-islam/
  11. 11. Mursyidi, A. (2002). Alkohol dalam obat dan kosmetika. Tarjih, i, 26–36.
  12. 12. Pangabean, S. R. (1981). KHAMAR DAN ALKOHOL; SEBUAH REKONSTRUKSI PEMAHAMAN. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.
  13. 13. Ramadani, S., Syariah, F., Hukum, D. A. N., & Makassar, U. I. N. A. (2018). Hukum penggunaan alkohol sebagai pelarut ( solvent ) dalam obat batuk ditinjau dari hadis nabi.
  14. 14. Soetari, E. (1994). Ilmu Hadits. Amal Bakti Press.
  15. 15. Soetari, E. (2015). Syarah dan Kritik Hadis dengan Metode Tahrij: Teori dan Aplikasi (2nd ed.). Yayasan Amal Bakti Gombong Layang.
  16. 16. Tuasikal, M. M. A. (n.d.). Polemik Alkohol dalam Obat-Obatan. https://rumaysho.com/922-polemik-alkohol-dalam-obat-obatan.html